Quantum GIS - Pemula Modul pelatihan dasar QGIS ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada peserta tentang konsep dasar dalam menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG) QGIS. Peserta akan dipandu untuk mempelajari cara mengimpor, mengelola, dan menganalisis data geografis, serta untuk memvisualisasikan informasi dalam bentuk peta yang informatif dan profesional. Selain itu, modul ini juga mengajarkan teknik dasar dalam membuat dan mengedit peta, serta memanfaatkan berbagai alat dan plugin yang tersedia untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas output dalam proyek-proyek SIG mereka. Outline pelatihan dasar - Quantum GIS Garis besar yang akan kita pelajari bersama terkait pemanfaatan software opensource Quantum GIS untuk Sistem Informasi Geografis. Sylabus latihan 1. Pengenalan QGIS dan Dasar-Dasar GIS. Pengenalan GIS dan QGIS Apa itu GIS? Pengenalan QGIS: antarmuka dan fitur utama. Instalasi QGIS Navigasi QGIS Menggunakan antarmuka QGIS. Mengelola proyek QGIS: membuka, menyimpan, dan menutup proyek. Dasar-Dasar Data Geospasial Jenis data geospasial: vektor dan raster. Format data yang didukung oleh QGIS. Memasukkan Data ke QGIS. Mengimpor data vektor (Shapefile, GeoJSON, dll.). Mengedit atribut dan geometri data vektor. 2. Manipulasi dan analisis data vektor. Manipulasi data vektor Menambahkan layer vektor. Mengedit atribut dan geometri data vektor. Penggunaan Alat-Alat Vektor Alat seleksi dan pengukuran. Alat pengeditan geometri dasar. Analisis Data Vektor. Buffering Intersect dan union. Clip dan dissolve. Project praktis. Membuat peta sederhana dengan vektor (digitasi basemap raster) Menyimpan dan mengekspor project. 3. Manipulasi dan analisis data raster. Manipulasi data vektor Menambahkan layer raster. Mengubah tampilan data raster (simbolisasi dan kolom warna). Penggunaan Alat-Alat Raster Resampling dan reprojection. Menggabungkan data raster (mosaicking). Analisis Data Raster. Klasifikasi data raster. Ekstraksi informasi dari raster. Project praktis. Praktik membuat analisis dasar dengan data raster. Menyimpan dan mengekspor hasil analisis. 3. Pemetaan Tematik dan Layout Peta. Pemetaan Tematik Membuat peta tematik dengan data vektor dan raster. Menggunakan simbol dan label. Penggunaan Style dan Template Membuat dan menyimpan style peta. Menggunakan template peta. Layout Peta. Membuat layout peta. Menambahkan elemen peta (judul, legenda, skala, arah utara, dll.). Project praktis. Praktik membuat layout peta untuk presentasi. Menyimpan dan mengekspor layout peta. 4. Sekilas bekerja denga model designer & processing toolbox. Mendisain sebuah tahapan proses analisis. Membuat blok proses analisis. Melakukan eksekusi model. Menggunakan processing toolbox. Menggunakan proximity. Menggunakan dbscan. Pengantar GIS & Quantum GIS A. Istilah umum dibidang Sistem Informasi Geografis (SIG) Terdapat beberapa isitlah umum yang biasa digunakan dalam dunia sistem informasi geografis (Geographic Information System), antara lain: GIS (Geographic Information System) Sistem Informasi Geografis adalah sistem yang dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan menyajikan data geografis. GIS memungkinkan pengguna untuk melihat, memahami, menginterpretasikan, dan memvisualisasikan data dalam berbagai cara yang mengungkapkan hubungan, pola, dan tren dalam bentuk peta, laporan, dan grafik. Layer Lapisan adalah data spasial yang disusun dalam bentuk lapisan. Setiap layer mewakili jenis data yang berbeda, seperti jalan, bangunan, atau jenis tanah. Raster Data raster adalah data geografis yang disimpan dalam bentuk grid atau matriks piksel, di mana setiap piksel memiliki nilai yang mewakili informasi, seperti suhu atau elevasi. Vector Data vektor adalah representasi data geografis menggunakan titik, garis, dan poligon. Contoh data vektor adalah lokasi bangunan (titik), jalan (garis), dan batas wilayah (poligon). Projection Proyeksi adalah metode untuk memetakan permukaan bumi yang berbentuk tiga dimensi ke dalam peta dua dimensi. Ada berbagai jenis proyeksi, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan tergantung pada kebutuhan analisis.  Proyeksi peta adalah teknik untuk merubah permukaan bumi yang melengkung menjadi peta dua dimensi, dengan berbagai jenis proyeksi yang digunakan sesuai kebutuhan. Proyeksi silinder , seperti Mercator, menjaga bentuk tetapi mendistorsi ukuran di dekat kutub, sedangkan proyeksi kerucut , seperti Albers Conic Equal Area, cocok untuk peta regional dengan menjaga luas area. Proyeksi azimuthal , seperti Ortografis, menampilkan peta dari sudut pandang luar angkasa dan cocok untuk visualisasi globe. Proyeksi pseudocylindrical, seperti Mollweide, menjaga ukuran relatif area tetapi mendistorsi bentuk, sedangkan proyeksi khusus, seperti Winkel Tripel, mengurangi distorsi keseluruhan untuk representasi visual yang lebih seimbang. Memilih proyeksi yang tepat sangat penting tergantung pada tujuan peta, seperti navigasi, analisis area, atau visualisasi global. Membandingkan bentuk muka bumi terhadap proyeksi peta, dapat menggunakan ilustrasi yang disediakan oleh laman https://www.thetruesize.com/   Coordinate System Sistem koordinat adalah sistem yang digunakan untuk menentukan posisi geografis pada peta. Contoh sistem koordinat adalah Geographic Coordinate System (GCS) dan Projected Coordinate System (PCS). Sistem Koordinat Geografis ( Geographic Coordinate System - GCS):  Sistem koordinat yang menggunakan garis lintang (latitude) dan garis bujur (longitude) untuk menentukan lokasi di permukaan bumi. Garis lintang diukur dalam derajat utara atau selatan dari ekuator, sedangkan garis bujur diukur dalam derajat timur atau barat dari meridian utama (Greenwich). WGS84 (World Geodetic System 1984), yang sering digunakan dalam GPS dan aplikasi pemetaan global. Sistem Koordinat Proyeksi ( Projected Coordinate System - PCS) : Sistem koordinat yang merubah permukaan melengkung bumi menjadi peta dua dimensi. Sistem ini menggunakan berbagai jenis proyeksi peta untuk mengurangi distorsi ketika peta datar digunakan. UTM (Universal Transverse Mercator), yang membagi dunia menjadi zona-zona dan menggunakan proyeksi silinder transversal untuk tiap zona; dan Proyeksi Albers Conic Equal Area, yang sering digunakan untuk peta wilayah dengan dimensi timur-barat yang lebih besar. Attribute Table Tabel atribut adalah tabel yang menyimpan informasi non-spasial yang terkait dengan data spasial. Misalnya, tabel atribut untuk layer bangunan dapat menyimpan informasi tentang jenis bangunan, alamat, dan tahun dibangun. Georeferencing Georeferensi adalah proses menyesuaikan data spasial dengan lokasi geografis tertentu agar sesuai dengan peta atau citra lainnya yang memiliki koordinat geografis yang diketahui. Buffering Buffering adalah proses membuat area penyangga di sekitar fitur spasial tertentu pada jarak tertentu. Contoh penggunaan buffering adalah untuk menentukan zona dampak di sekitar jalan atau sungai. Overlay Overlay adalah proses menggabungkan dua atau lebih layer untuk menganalisis hubungan spasial antar layer. Ini sering digunakan dalam analisis spasial untuk menemukan area tumpang tindih atau menggabungkan data dari berbagai sumber. B. Istilah umum dalam aplikasi Quantum GIS QGIS (Quantum GIS) QGIS adalah aplikasi open-source untuk mengelola, menganalisis, dan memvisualisasikan data geografis. QGIS mendukung berbagai format data dan menyediakan berbagai alat untuk analisis spasial. Project File (.qgz) File proyek QGIS adalah file yang menyimpan semua informasi tentang proyek QGIS, termasuk layer yang digunakan, gaya tampilan, dan pengaturan proyek lainnya. Symbology Simbolisasi adalah cara menampilkan data spasial pada peta. Ini mencakup penggunaan warna, simbol, dan label untuk menggambarkan informasi yang terdapat dalam d Plugins Plugin adalah ekstensi yang dapat ditambahkan ke QGIS untuk menambahkan fungsi atau alat baru. Ada banyak plugin yang tersedia yang dikembangkan oleh komunitas QGIS. Geoprocessing Tools Alat geoprocessing adalah alat yang digunakan untuk melakukan analisis spasial, seperti buffering, clipping, intersect, dan union. Field Calculator Kalkulator bidang adalah alat di QGIS yang digunakan untuk membuat atau mengedit data atribut dalam tabel atribut menggunakan ekspresi matematika atau logika. Digitizing Digitizing adalah proses menggambar data spasial baru dengan menggunakan alat editing di QGIS. Ini bisa berupa menggambar titik, garis, atau poligon berdasarkan citra atau peta dasar. Map Composer Map Composer adalah alat di QGIS yang digunakan untuk membuat peta cetak. Pengguna dapat menambahkan elemen peta seperti skala, legenda, dan judul untuk membuat peta yang siap dicetak. Spatial Join Join spasial adalah operasi yang menggabungkan data atribut dari dua layer berdasarkan lokasi spasial mereka. Field Field adalah kolom dalam tabel atribut yang menyimpan jenis informasi tertentu tentang fitur dalam layer. Setiap field memiliki nama dan tipe data tertentu, seperti teks, angka, atau tanggal. C. Instalasi QGIS Berikut adalah tutorial langkah demi langkah untuk menginstal Quantum GIS (QGIS) di sistem operasi Windows: Langkah 1: Download Installer QGIS Buka browser web Anda dan kunjungi situs resmi QGIS di https://qgis.org . Di halaman utama, pilih menu "Download Now" atau navigasikan ke halaman unduhan. Langkah 2: Pilih Versi yang Tepat Di halaman unduhan, Anda akan melihat beberapa opsi untuk mengunduh QGIS. Ada dua versi utama: Versi LTR (Long Term Release) : Versi ini lebih stabil dan disarankan untuk penggunaan jangka panjang. Versi Terbaru : Versi ini memiliki fitur terbaru tetapi mungkin kurang stabil dibandingkan versi LTR. Pilih versi yang Anda inginkan. Sebagai contoh, kita akan menggunakan versi LTR untuk stabilitas. Langkah 3: Unduh Installer Klik link unduhan untuk "QGIS Standalone Installer Version (32 bit atau 64 bit)" sesuai dengan sistem operasi Windows Anda. File installer (.exe) akan mulai diunduh. Tunggu hingga proses unduhan selesai. Langkah 4: Instal QGIS Setelah unduhan selesai, temukan file installer yang telah diunduh (misalnya, QGIS-OSGeo4W-3.28.3-1-Setup-x64.exe ) dan klik dua kali untuk menjalankannya. Muncul jendela pengaturan QGIS. Klik "Next" untuk melanjutkan. Pilih "I accept the agreement" dan klik "Next" lagi. Pilih lokasi instalasi QGIS. Secara default, QGIS akan diinstal di C:\Program Files\QGIS . Klik "Next" untuk melanjutkan. Pilih komponen yang akan diinstal. Secara default, semua komponen yang diperlukan sudah dipilih. Klik "Next" untuk melanjutkan. Pilih lokasi untuk shortcut menu Start. Biarkan pengaturan default dan klik "Next". Pilih apakah Anda ingin membuat ikon desktop. Centang kotak jika Anda ingin ikon QGIS di desktop Anda, lalu klik "Next". Klik "Install" untuk memulai proses instalasi. Tunggu hingga instalasi selesai. Ini mungkin memakan waktu beberapa menit. Setelah instalasi selesai, klik "Finish" untuk menutup jendela pengaturan. Langkah 5: Buka QGIS Setelah instalasi selesai, Anda dapat membuka QGIS melalui menu Start atau ikon desktop (jika Anda memilih untuk membuatnya). Klik ikon QGIS untuk menjalankannya. Tunggu hingga QGIS terbuka sepenuhnya. Langkah 6: Verifikasi Instalasi Setelah QGIS terbuka, Anda dapat mulai menjelajahi antarmuka pengguna dan fitur-fiturnya. Untuk memastikan instalasi berhasil, coba buka proyek contoh atau tambahkan data spasial sederhana ke dalam QGIS. D. Bahan latihan Nama Bahan Link File Vector File Indonesia https://drive.google.com/drive/folders/1v8eaenQBIqLyTkgITI0IuxsG66SvhXCR?usp=sharing   Raster  https://drive.google.com/file/d/1vEqvdM9rdFlFA2J2rbgM92fYTwtQkP9J/view?usp=drive_link   Tile layer - Google Satelite http://mt0.google.com/vt/lyrs=s&hl=en&x={x}&y={y}&z={z} TIle layer - Google Roadmap http://mt0.google.com/vt/lyrs=m&hl=en&x={x}&y={y}&z={z}  Tile layer - Terrain http://mt0.google.com/vt/lyrs=p&hl=en&x={x}&y={y}&z={z} Tile layer - Terrain only http://mt0.google.com/vt/lyrs=t&hl=en&x={x}&y={y}&z={z} Query Maps Open Street Map (OSM) https://wiki.openstreetmap.org/wiki/Map_features Bagian 1 - Manipulasi dan Analisis Vektor Memahami konsep dasar vektor, termasuk titik, garis, dan poligon, serta teknik manipulasi seperti pemindahan, rotasi, dan penskalaan entitas geometris. Selain itu, kita akan mempelajari berbagai operasi analisis vektor, seperti overlay (penyusunan), buffer (penghalusan), dan penggabungan. 1.1. Sekilas tentang geometri vektor Dalam Sistem Informasi Geografis (SIG), data vektor digunakan untuk mewakili berbagai jenis objek geografis di dunia nyata. Data vektor dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis utama: titik (point), garis (line), dan poligon (polygon). Masing-masing jenis vektor memiliki karakteristik dan penggunaan yang spesifik: 1. Titik (Point) Deskripsi : Titik adalah representasi dari lokasi tertentu di permukaan bumi. Titik hanya memiliki informasi tentang lokasi, biasanya dalam bentuk koordinat (latitude dan longitude) tanpa ukuran atau dimensi lain. Pemanfaatan : Penanda Lokasi : Titik digunakan untuk menandai lokasi spesifik seperti lokasi sumur, menara telekomunikasi, stasiun cuaca, atau tempat kejadian perkara. Data Spasial : Misalnya, dalam studi epidemiologi, titik dapat digunakan untuk memetakan lokasi kasus penyakit. Navigasi : Titik penting dalam sistem navigasi GPS untuk menunjukkan posisi kendaraan atau pengguna. Gambar vector point 2. Garis (Line) Deskripsi : Garis terdiri dari serangkaian titik yang terhubung untuk mewakili objek yang memiliki panjang tetapi tidak memiliki lebar. Garis digunakan untuk merepresentasikan fitur linier. Pemanfaatan : Jaringan Transportasi : Garis digunakan untuk menggambarkan jalan, rel kereta api, dan rute penerbangan. Hydrology : Sungai, aliran air, dan saluran irigasi sering direpresentasikan dengan garis. Utilitas : Garis juga digunakan untuk peta jaringan pipa, kabel listrik, dan saluran komunikasi. Contoh Vektor Line 3. Poligon (Polygon) Deskripsi : Poligon adalah representasi dari area tertutup yang dibentuk oleh serangkaian garis yang saling terhubung. Poligon memiliki atribut area dan perimeter. Pemanfaatan : Batas Administratif : Poligon digunakan untuk menggambarkan batas negara, provinsi, kota, atau zona administrasi lainnya. Penggunaan Lahan : Area pertanian, hutan, taman, dan penggunaan lahan lainnya dapat diwakili oleh poligon. Analisis Area : Dalam studi lingkungan, poligon digunakan untuk memetakan habitat, zona konservasi, dan area dampak lingkungan. Contoh Polygon Pemanfaatan Data Vektor dalam SIG SIG memanfaatkan data vektor dalam berbagai aplikasi dan analisis, antara lain: Analisis Spasial : Memungkinkan pengguna untuk melakukan analisis yang melibatkan hubungan spasial antar fitur geografis, seperti mencari jarak terdekat antara dua titik atau mengevaluasi tumpang tindih antara dua poligon. Pemodelan dan Simulasi : Data vektor digunakan dalam pemodelan transportasi, prediksi aliran air, dan simulasi skenario bencana. Visualisasi Data : Data vektor memudahkan visualisasi yang jelas dan terstruktur dari fitur geografis, memungkinkan pembuatan peta yang informatif dan mudah dipahami. Pengambilan Keputusan : Data vektor membantu dalam perencanaan tata ruang, pengelolaan sumber daya alam, dan keputusan strategis lainnya berdasarkan informasi geografis yang akurat. Data vektor dalam SIG memberikan kerangka kerja yang kuat untuk pengelolaan dan analisis informasi geografis yang kompleks, memungkinkan pengguna untuk menginterpretasikan, memvisualisasikan, dan memanfaatkan data spasial secara efektif. Di QGIS, pembuatan vektor (titik, garis, dan poligon) merupakan langkah awal yang penting dalam mengelola data geografis. Vektor adalah representasi data geografis berdasarkan entitas geometris seperti titik, garis, atau poligon yang memiliki lokasi geografis spesifik di permukaan bumi. (Point) : Titik adalah entitas vektor yang merepresentasikan lokasi tunggal di permukaan bumi. Dalam QGIS, Anda dapat membuat titik dengan mengklik tombol "Tambah Titik" di toolbar Digitalisasi atau menggunakan alat "Tambah Titik" di panel alat-alat Digitalisasi. Setelah itu, Anda cukup mengklik pada peta untuk menentukan lokasi titik tersebut. Garis (Line) : Garis adalah entitas vektor yang merepresentasikan serangkaian titik yang terhubung, membentuk jalur atau lintasan di permukaan bumi. Untuk membuat garis di QGIS, gunakan alat "Tambah Garis" di toolbar Digitalisasi. Klik di peta untuk menentukan titik awal garis, dan klik lagi untuk menambahkan titik-titik berikutnya yang membentuk jalur atau lintasan yang diinginkan. Poligon (Polygon) : Poligon adalah entitas vektor yang dibentuk oleh serangkaian titik yang terhubung dan menutupi area tertentu di permukaan bumi. Anda dapat membuat poligon di QGIS menggunakan alat "Tambah Poligon" di toolbar Digitalisasi. Mulailah dengan mengklik untuk menentukan titik awal poligon, tambahkan titik-titik berikutnya untuk membentuk batas poligon, dan akhiri dengan mengklik pada titik awal untuk menutup poligon. Penggunaan istilah-istilah ini dalam konteks QGIS akan membantu Anda dalam membuat, mengedit, dan menganalisis data geografis dengan lebih efisien. Setelah vektor dibuat, Anda dapat melakukan berbagai operasi seperti pengeditan geometri, analisis spasial, dan penyimpanan data ke format yang berbeda untuk penggunaan lebih lanjut. QGIS menawarkan beragam alat dan fitur untuk memfasilitasi pengelolaan data geografis dan memungkinkan Anda untuk memanfaatkan potensi penuh dari sistem informasi geografis dalam proyek-proyek Anda. 1.2. Membuat vektor (digitasi peta) Pembuatan vektor untuk GIS sering disebut dengan proses digitasi, isitilah ini mengacu pada proses pembuatan peta dari sumber data non-digital seperti lembaran foto atau sumber peta lain. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat vektor dengan proses digitasi manual. 1. Membuat project baru Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat proyek baru dengan QGIS yang dimulai dengan membuka QGIS dan diakhiri dengan menyimpan proyek: Buka QGIS : Buka aplikasi QGIS yang telah diinstal di komputer Anda. Membuat Proyek Baru : Setelah QGIS terbuka, klik Project di menu utama. Pilih New untuk membuat proyek baru. QGIS akan membuka kanvas kosong. Mengatur Sistem Koordinat Proyek : Klik Project di menu utama. Pilih Properties . Di jendela Project Properties , pilih tab CRS (Coordinate Reference System). Pilih sistem koordinat yang sesuai dengan data Anda. Jika Anda tidak yakin, Anda bisa menggunakan WGS 84 (EPSG:4326) sebagai default. Klik OK . Menyimpan Proyek : Klik Project di menu utama. Pilih Save As . Tentukan lokasi penyimpanan dan berikan nama untuk proyek Anda. Klik Save . 2. Inisiasi referensi peta Disini kita akan menggunakan peta dasar hasil survei drone di BRPI Sukamandi. Berikut adalah tutorial langkah demi langkah untuk memasukkan data dari sumber XYZ tile ke dalam QGIS: Langkah 1: Buka Pengaturan XYZ Tiles Pada panel Browser di sisi kiri jendela QGIS, Anda akan melihat XYZ Tiles . Jika panel Browser tidak muncul, Anda bisa mengaktifkannya dengan mengklik View di menu utama, lalu pilih Panels dan centang Browser . Langkah 2: Tambahkan Sumber XYZ Tile Baru Klik kanan pada XYZ Tiles di panel Browser . Pilih New Connection... . Langkah 3: Masukkan URL Sumber XYZ Dalam dialog XYZ Connection , masukkan detail sebagai berikut: Name : Berikan nama untuk koneksi Anda (misalnya, "Google Satelit"). URL : Masukkan URL dari sumber XYZ tile. http://mt0.google.com/vt/lyrs=s&hl=en&x={x}&y={y}&z={z} Klik OK untuk menyimpan koneksi. Langkah 4: Tambahkan Layer XYZ Tile ke Kanvas Setelah koneksi berhasil ditambahkan, Anda akan melihat nama koneksi Anda (misalnya, "Google Satelit") di bawah XYZ Tiles di panel Browser . Klik dan drag nama koneksi tersebut ke kanvas QGIS. Atau klik kanan pada koneksi dan pilih "Add Layer to Project". 3. Membuat vektor point Kita akan mencoba membuat vektor point yang menunjukan nama pulau-pulau besar di wilayah Indonesia. Point ini berisi atribut data yang memuat informasi nama pulau dan lokasi titik ( nama , lat &  lon ). Langkah 1: Buat Layer Vektor Baru Klik Layer di menu utama. Pilih Create Layer dan kemudian pilih New Shapefile Layer... Visual - Akses menu create layer Langkah 2: Tentukan Properti Layer Visual - Properties layer vektor Dalam dialog New Shapefile Layer , lakukan pengaturan sebagai berikut: File name : Klik pada tombol ... untuk memilih lokasi penyimpanan dan berikan nama untuk file shapefile Anda. Geometry type : Pilih Point . Coordinate Reference System (CRS) : Klik pada tombol Select CRS untuk memilih sistem referensi koordinat yang sesuai dengan data Anda (misalnya, WGS 84 - EPSG:4326). Tambahkan field (atribut) yang diperlukan: Klik tombol Add to Fields List untuk menambahkan field baru. Tentukan Name dan Type untuk field tersebut (misalnya, nama dengan tipe string ). Klik OK untuk membuat layer vektor point baru. Langkah 3: Aktifkan Mode Edit Layer baru akan muncul di panel Layers . Klik kanan pada layer baru tersebut dan pilih Toggle Editing untuk mengaktifkan mode edit. Langkah 4: Tambahkan Point Baru Pada toolbar, pilih alat Add Point Feature (ikon berbentuk titik). Klik pada lokasi di kanvas peta di mana Anda ingin menambahkan point baru. Dialog akan muncul untuk memasukkan nilai atribut untuk point yang baru dibuat. Isi nilai atribut yang sesuai, lalu klik OK . Langkah 5: Simpan Perubahan Setelah menambahkan semua point yang diperlukan, klik kanan pada layer di panel Layers . Pilih Toggle Editing untuk menonaktifkan mode edit. Anda akan diminta untuk menyimpan perubahan. Klik Save untuk menyimpan semua point yang telah Anda tambahkan. Hasil vektor point Label epsilon:  "nama" || '\nLat: ' || "lat" || '\nLon: ' || "lon" 4. Membuat vektor garis (line). Kita akan mencoba membuat vektor garis (line) yang menunjukan nama jalan-jalan di komplek BRPI. Garis ini berisi atribut data yang memuat informasi nama jalan dan panjang garis ( nama ,  length ). Yang membedakan dengan proses pembuatan vektor point adalah properties pada New Shape Layer yaitu geometry kita menggunakan parameter LINE Dalam dialog New Shapefile Layer , lakukan pengaturan sebagai berikut: File name : Klik pada tombol ... untuk memilih lokasi penyimpanan dan berikan nama untuk file shapefile Anda. Geometry type : Pilih line . Coordinate Reference System (CRS) : Klik pada tombol Select CRS untuk memilih sistem referensi koordinat yang sesuai dengan data Anda (misalnya, WGS 84 - EPSG:4326). Tambahkan field (atribut) yang diperlukan ( nama , length ). Klik OK untuk membuat layer vektor line baru. Visual langkah 1 : Properties Line Visual langkah 2 : Mengaktifkan mode menggambar Visual langkah 3 : Menggambar garis Hasil akhir vektor garis 5. Membuat vektor polygon. Kita akan mencoba membuat vektor polygon yang menunjukan area perumahan dan kolam. polygon ini berisi atribut data yang memuat informasi nama perumahan dan kolam ikan ( nama ,  jenis , luas , perimeter ). Dalam dialog New Shapefile Layer , lakukan pengaturan sebagai berikut: File name : Klik pada tombol ... untuk memilih lokasi penyimpanan dan berikan nama untuk file shapefile Anda. Geometry type : Pilih polygon . Coordinate Reference System (CRS) : Klik pada tombol Select CRS untuk memilih sistem referensi koordinat yang sesuai dengan data Anda (misalnya, WGS 84 - EPSG:4326). Tambahkan field (atribut) yang diperlukan ( nama , jenis , luas , perimeter ). Klik  OK untuk membuat layer vektor line baru. Visual langkah 1 : Properties polygon Visual langkah 2 : Menggambar polygon Hasil akhir vektor polygon 1.3. Operasi dan Analisis vektor QGIS (Quantum GIS) adalah perangkat lunak GIS open-source yang menyediakan berbagai alat dan fitur untuk manipulasi vektor. Berikut adalah beberapa tools di QGIS yang digunakan untuk berbagai jenis manipulasi vektor yang telah dijelaskan: Pemotongan (Clipping) : Tool : Clip (di bawah Vector > Geoprocessing Tools ) Deskripsi : Memotong fitur dari layer vektor berdasarkan batas fitur dari layer lain. Misalnya, memotong poligon tutupan hutan dengan batas administrasi kota. Overlay - Lahan pertanian Jawa Tengah & Area Kab. Kebumen Overlay Cliping Cliping Finish Final result - Luas lahan pertanian di Kab. Kebumen Buffering : Tool : Buffer (di bawah Vector > Geoprocessing Tools ) Deskripsi : Membuat zona buffer di sekitar fitur dengan jarak tertentu. Buffer sering digunakan untuk analisis dampak atau perlindungan, seperti membuat buffer di sekitar jalan untuk analisis polusi. 02. Create buffer - 10 KM 03. Create buffer - 15 KM 04. Create buffer - 20 KM Penggabungan (Union) : Tool : Union (di bawah Vector > Geoprocessing Tools ) Deskripsi : Menggabungkan dua layer vektor untuk membuat fitur baru yang mencakup area gabungan dari kedua layer. Ini berguna untuk menggabungkan poligon yang mewakili berbagai zona perlindungan. Sample area Akses menu union Kontrol menu union Hasil union Pemisahan (Difference) : Tool : Difference (di bawah Vector > Geoprocessing Tools ) Deskripsi : Menghapus area yang tumpang tindih dari satu layer dengan layer lainnya. Hasilnya adalah area yang tidak tumpang tindih dari layer pertama setelah menghapus area tumpang tindih dengan layer kedua. Area Diference Akses Menu Diference Kontrol dialog Diference Hasil Diference Interseksi (Intersection) : Tool : Intersection (di bawah Vector > Geoprocessing Tools ) Deskripsi : Menghasilkan fitur yang mencakup hanya area di mana dua layer vektor saling tumpang tindih. Ini berguna untuk menemukan area yang memiliki atribut dari kedua layer. Area intersect Akses menu intersect Kontrol dialog intersect Hasil akhir Dissolve : Tool : Dissolve (di bawah Vector > Geoprocessing Tools ) Deskripsi : Menggabungkan fitur yang berbagi atribut tertentu menjadi satu fitur, menghilangkan batas internal. Ini sering digunakan untuk menyederhanakan data dan menggabungkan poligon yang memiliki atribut yang sama. Area dissolve Akses menu dissolve Kontrol dialog dissolve Hasil akhir Transformasi Koordinat : Tool : Reproject Layer (di bawah Vector > Data Management Tools ) Deskripsi : Mengubah sistem koordinat dari layer vektor untuk memastikan konsistensi dalam peta atau analisis. Ini melibatkan konversi dari satu sistem koordinat ke sistem koordinat yang lain. CRS sebelum tranformasi Akses menu Tranformasi Parameter transformasi Hasil transformasi Simplifikasi Geometri : Tool : Simplify Geometry (di bawah Vector > Geometry Tools ) Deskripsi : Mengurangi kompleksitas geometri dengan mengurangi jumlah titik dalam poligon atau garis. Ini membantu dalam mempercepat pemrosesan dan mengurangi ukuran file. Vertex sebelum simplifikasi Akses menu simplifikasi Parameter simplifikasi Vertex setelah simplifikasi Penggabungan (Merge) : Tool : Merge Vector Layers (di bawah Vector > Data Management Tools ) Deskripsi : Menggabungkan beberapa layer vektor menjadi satu layer baru. Ini berguna untuk menggabungkan data dari berbagai sumber atau layer yang mewakili atribut berbeda. Layer penggabungan Akses menu merge Parameter merge Hasil akhir penggabungan 1.4. Pengukuran geometri vektor Operasi Aritmetika : Penjumlahan ( + ), pengurangan ( - ), perkalian ( * ), dan pembagian ( / ). Contoh: field1 + field2 atau field1 * 10 . Fungsi Geometri : Menghitung panjang, luas, dan perimeter: length($geometry) - Panjang garis. area($geometry) - Luas poligon. perimeter($geometry) - Perimeter poligon. Menyederhanakan geometri: simplify($geometry, tolerance) - Menyederhanakan geometri dengan ambang batas tertentu. Fungsi String : Menggabungkan string ( || ), mengubah ke huruf besar atau kecil, dan lainnya. Contoh: upper("field_name") - Mengubah teks menjadi huruf besar. Fungsi Kondisional : IF statements: CASE WHEN condition THEN result ELSE result END . Contoh: CASE WHEN "field1" > 100 THEN 'High' ELSE 'Low' END . Fungsi Tanggal dan Waktu : Menghitung perbedaan waktu, mengubah format tanggal, dan lainnya. Contoh: age(to_date("date_field")) - Menghitung umur dari tanggal tertentu. Fungsi Statistik : Menghitung nilai maksimum, minimum, rata-rata, dan total: max("field_name") , min("field_name") , avg("field_name") , sum("field_name") . Fungsi Geospasial : Menentukan hubungan spasial: intersects($geometry, geometry_b) - Menguji apakah dua geometri saling berpotongan. distance($geometry, geometry_b) - Menghitung jarak antara dua geometri. within($geometry, geometry_b) - Menguji apakah satu geometri berada di dalam geometri lain. Fungsi untuk Vertex dan Geometri : num_points($geometry) - Menghitung jumlah titik (vertex) dalam geometri. x(start_point($geometry)) - Mendapatkan koordinat X dari titik awal geometri. y(start_point($geometry)) - Mendapatkan koordinat Y dari titik awal geometri. Bagian 2 - Analisis Raster Sekilas tentang raster Pengertian raster Raster adalah salah satu dari dua jenis data spasial utama dalam Sistem Informasi Geografis (GIS), yang merepresentasikan informasi geografi dalam bentuk grid atau matriks yang terdiri dari sel atau piksel. Setiap sel dalam raster memiliki nilai yang menggambarkan karakteristik tertentu, seperti ketinggian, suhu, atau penggunaan lahan pada lokasi tersebut. Tipe-tipe raster dalam GIS Raster Berbasis Gambar (Image Raster) : Fotografi Udara dan Citra Satelit : Menampilkan gambar visual dari permukaan bumi yang diambil dari pesawat atau satelit. Citra Digital : Termasuk foto digital atau gambar yang di-scan. Contoh raster image Raster Tematik (Thematic Raster) : Peta Klasifikasi Penggunaan Lahan : Setiap sel mewakili kategori tertentu, seperti hutan, lahan pertanian, atau area perkotaan. Peta Zonasi Tanah : Menggambarkan tipe-tipe tanah di area tertentu. Contoh landclassification Raster Berbasis Elevasi (Elevation Raster): Model Digital Elevasi (DEM) : Mewakili ketinggian permukaan tanah. Model Permukaan Digital (DSM) : Mewakili ketinggian dari semua benda di atas tanah, termasuk bangunan dan vegetasi. Contoh DEM Raster Berbasis Data Kontinu (Continuous Raster) : Data Cuaca : Termasuk suhu, kelembaban, atau presipitasi yang diukur pada berbagai lokasi. Data Kualitas Air : Konsentrasi polutan dalam badan air. Contoh raster continue Penggunaan data raster dalam GIS Analisis Spasial : Overlay Analysis : Menggabungkan beberapa layer raster untuk melihat hubungan spasial antar mereka, seperti menggabungkan peta penggunaan lahan dengan peta risiko banjir untuk perencanaan tata ruang. Suitability Analysis : Menilai kelayakan area untuk tujuan tertentu, seperti menentukan lokasi terbaik untuk pembangunan berdasarkan beberapa faktor seperti ketinggian, kemiringan, dan aksesibilitas. Pemodelan dan Simulasi : Analisis Hidrologi : Menggunakan DEM untuk memodelkan aliran air dan drainase. Pemodelan Penyebaran Polutan : Menggunakan data kualitas udara atau air dalam format raster untuk mensimulasikan penyebaran polutan. Pemetaan dan Visualisasi : Pembuatan Peta Tematik : Menghasilkan peta visual yang menampilkan informasi spesifik, seperti peta vegetasi atau peta penggunaan lahan. Visualisasi 3D : Menggunakan DEM dan DSM untuk membuat model 3D dari permukaan tanah atau lanskap kota. Manajemen Sumber Daya Alam : Klasifikasi Penggunaan Lahan : Memantau perubahan penggunaan lahan dari waktu ke waktu untuk manajemen sumber daya alam. Pemetaan Habitat : Mengidentifikasi dan memetakan habitat spesies tertentu untuk konservasi dan manajemen satwa liar. Pengelolaan Bencana : Pemantauan Kebakaran Hutan : Menggunakan citra satelit untuk mendeteksi dan memantau kebakaran hutan. Pemetaan Risiko Bencana : Menilai risiko bencana seperti banjir, longsor, atau gempa bumi dengan menggabungkan berbagai layer data raster. Bagian 3 - Map Composer Bagian 4 - Project sederhana